Warga Tertular Covid 19 Meningkat, RSU MMC Terus Memaksimalkan Pelayanan

Stiffany Tulandi Diantara Sukses Dan Berbagi Kasih
Desember 22, 2020
Dana Pensiun PT Bank SulutGo, Suksesd Bertahan di Tengah Serangan Covid-19
Desember 28, 2020

MANADO,LINGMANADO.COM – Pandemi Covid 19 di Sulut terus meningkat, seiirng dengan kurangnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan protocol kesehatan antara lain 3 M (mencuci tangan, memakai masker dan mengindari kerumunan). Terlebih pasca Pilkada dan perayaan Natal 25 dan 26 Desember kemarin.

umlah warga yang tertular Covid 19 di Sulawesi Utara terus meningkat. Bahkan sejumklah daerah masuk zona merah, masing-masing Kota Manado, Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara dan Minahasa Tenggara, Minahasa dan Boltim..

Direktur Rumah Sakit Manado Medical Center (MMC) dr Ronad Halim Ciakaren SP.PD mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 memang cukup siginifikan karena warga kini bebas beraktivitas di luar rumah. Semua rumah makan, pusat perbelanjaan dan perkantoran dibuka sehingga penularan Covid-19 terus meningkat. Terlebih habis Pilkada dan perayaan Natal.

Menurut Ronald, Covid -19 sangat berbahaya apalagi ada penyakit penyerta, jika tidak segera ditangai bisa membawa kematian. “Warga jangan anggap enteng. Tetapi terapkan protocol kesehatan yang ketat jika beraktivitas di luar rumah, jangan lupa pakai masker, cuci tangan dengan sabun, memakai hand sanitizer dan menjauhi kerumuman,” kata dokter energik yang ikut turun kangsung menangani pasien di klinik penyakit dalam.   

Dikatakan, warga jangan takut ke rumah sakit untuk berobat. Sebab jika tidak segera ditangai akan mengakibatkan kematian.  “Jangan pasien sudah gawat  baru dibawah ke rumah sakit. Begitu ada gejala langsung di bawa ke rumah sakit,” tegasnya mengingatkan.

Di pihak lain Ronald Ciakaren mengatakan, meskipun jumlah warga yang tertular virus mematikan ini semakin meningkat, namun angka kematian mengalami penurunan dibanding ketika Pandemi ini mengalami peningkatan beberapa bulan yang lalu.

“Hal ini disebabkan warga Manado semakin sadar bahwa  Pandemi Covid 19 ini berbahaya sehingga begitu ada yang sakit atau bergejala langsung diobati atau dibawah ke rumah sakit/Puskesmas terdekat. “Syukur warga semakin sadar dan tidak takut lagi ke rumah sakit. Buktinya rumah sakit terus penuh dengan pasien non covid 19,” tukasnya.

Lebih jauh alumni Fakultas Kedokteran Unsrat ini mengatakan, pihaknya terus memberikan pelayanan kepada semua pasien tanpa padang buluh. Begitu masuk langsung ditangani sesuai dengan prosedur.  Kalau ada yang gawat langsung di rujuk ke rumah sakit umum Prof kandou atau rumah sakit lainnya yang bisa menangani pasien,. Namun terkadang juga rumah sakit rujukan menolak karena kapasitas tampung sedang full.

RSU MMC juga terus menerima pasien Covid 19 untuk dirawat. Bahkan pernah menangani pasien Covid sampai 70 orang sehinga satuan tugas kelabakan.

Salah satu keluarga pasien non Covid 19 yang kini dirawat di rumah sakit MMC Paldua mengakui bahjwa pelayanan di RSU MMC memuaskan. Begitu masuk langsung ditangani sehingga pasien bisa tertangani dengan baik.

Kami lebih suka berobat di RSU MMC karena pelayanan prima yang membuat pasien dan kelaurga pasien meraya nyaman. “So berapa kali maso rumah sakit, tidak pernah ke rumah sakit lain. Selalu di RSU MMC,” kata N Tamarindang, istri seorang pasien kepada wartawan. (meldi s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call