Vonny Palilingan: Demi Kemajuan Sulut, Kami Siap Lepas Lahan di KEK Bitung

Dana Pensiun PT Bank SulutGo, Suksesd Bertahan di Tengah Serangan Covid-19
Desember 28, 2020
RSU MMC Tambah Satu Unit Ambulance
Desember 30, 2020

MANADO,LINGMANADO.COM – Setelah diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu yang lalu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung kini terus dipacu pembangunannya. “Sebenarnya tahun 2020 ini pembangunan KEK Bitung akan dipacu, namun akibat Pandemi Covid 19, prosesnya berjalan lamban karena investor yang sudah menjalin kerjasama belum juga datang,” kata Dirut PT Sulut Membangun Hebat, Jefry Lungkang, SE kepada Lingmanado.com.

Dikatakan, akibat Covid 19, investor yang sudah teken MOU belum bisa datang. “Mudah-mudahan 2021 bisa berjalan lancar apalagi vaksin Corona mulai digunakan,” katanya mantan direkksi PT Bank SulutGo ini memamaparkan,  masih ada kendala sejumlah industri mulai beroperasi di KEK Bitung. Mereka terdiri dari industri kelapa dan turunannya, perikanan dan turunannya, serta logistik dan energi.

“Sejauh ini sudah ada tiga investor yang telah beroperasi, empat telah sampai pada tahap MoU, dan 35 LOI,” katanya.

Pembangunan KEK Bitung mendapat sambutan positive dari warga yang terkena dampak kawasan yang akan digunakan, antara lain warga Tanjung Merah dimana satu kampung bakal dipindahkan ke tempat lain.

Ibu Vonny Palilingan yang memiliki lahan cukup besar di kawasan KEK dan siap untuk dibebaskan menyatakan sangat mendukung pembanguan KEK Bitung. Sebab jika berhasil akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara.

“Demi kemajuan Sulut Hebat kedepan, kami keluarga siap mendukung pemerintah untuk menggunakan lahan yang dimiliki warga. Namun tentu pemerintah perlu memperhatikan hak-hak warga terutama soal ganti rugi atas penggunakan lahan warga,” kata ibu Vonny dengan nada serius.

Dikatakan, pihak keluarganya memiliki lahan sekitar 92 hektar yang masuk kawasan KEK Bitung. Bahkan warga Tanjung Merah kini tidak lagi membangun rumah permanen karena tinggal menunggu pembebasan lahan.

Presiden Jokowi sendiri mengatakan, pembebasan lahan warga yang terkena dampak pembangunan harus menjadi perhatian serius. “Bukan diberikan ganti rugi, tetapi ganti nuntung,” ungkapnya.

    Keluarga Palilingan memiliki lahan yang cukup luas, dilengkapi dengan dokumen kepemilikan yang sah, apalagi setiap tahun membayar pajak. “Opa kami adalah hukum tua pertama di Tanjung Merah setelah pergolakan perang. Makanya punya lahan yang cukup luas dan kini siap untuk diserahkan kepada pemerintah demi kemajuan Sulut Hebat. Yang penting hak kami diberikan,” tukasnya bersemangat.   

Seperti diketahui, sebanyak 40 investor baik asing maupun nasional yang saat ini berminat dan akan berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Saat ini KEK Bitung mendapat perhatian yang besar dari dunia usaha. Terbukti, hingga saat ini sudah ada 40 perusahaan yang antri untuk menanamkan investasinya di lokasi bisnis tersebut,” kata Dirut PT Sulut Membangun Hebat, Jefry Lungkang, SE.

Dia menjelaskan dengan banyaknya minat dari pengusaha untuk berinvestasi di KEK Bitung, menandakan potensi yang dimilik daerah ini cukup besar.

KEK Bitung saat ini, menurut Jenny, akan lebih giat lagi dalam mempersiapkan infrastruktur maupun dalam mencari investor.

Apalagi, katanya, setelah ditandatanganinya Memorandum of Agreement (MOA) antara PT Membangun Sulut Hebat (MSH) dengan China Road and Bridge Corporation (CRBC).

Dia menjelaskan MSH merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dibentuk pemerintah provinsi Sulut yang salah satu tugasnya adalah mengelola KEK Bitung. Sementara CRBC adalah anak perusahaan China communications construction company (CCCC) yang ditunjuk pemerintah China untuk melakukan kerja sama ini.

Sebelum ini, katanya, sudah ada empat perusahaan baru yang berinvestasi di KEK Bitung. Ada di antara mereka bahkan sudah mulai melakukan pembangunan konstruksi untuk kantor dan pabrik mereka.

“Total investasi dari empat perusahaan tersebut lebih dari 3 triliun,” katanya.

KEK Bitung berlokasi di Provinsi Sulut dan ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2014. KEK Bitung memiliki lokasi yang sangat strategis dan merupakan pintu gerbang ekonomi ke negara-negara di Asia Pasifik.

Aksesibilitas tersebut didukung dengan adanya Pelabuhan Hub Internasional Bitung sebagai hub perdagangan bagi Kawasan Timur Indonesia. Berjarak 44 km dari Ibukota Manado, KEK Bitung diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan dan distribusi barang serta penunjang logistik di kawasan timur Indonesia.

Dengan total area seluas 534 ha, KEK Bitung berbasis pada keunggulan komoditas daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Sebagai salah satu penghasil ikan terbesar di Indonesia, KEK Bitung fokus pada industri pengolahan perikanan untuk menghasilkan komoditi ekspor berkualitas internasional.

Selain perikanan, KEK Bitung juga fokus pada industri kelapa beserta produk turunannya yang memiliki pasar yang sangat luas dan diminati baik dalam skala nasional maupun internasional.

Berdasarkan potensi wilayah dan keunggulan geostrategis, KEK Bitung diharapkan mendorong hilirisasi dan mendongkrak daya saing sektor perikanan, agro, farmasi dan menarik investasi senilai Rp32 triliun hingga tahun 2025.

Sementara itu Kantor Staf Presiden (KSP) menemukan sejumlah permasalahan yang membelit Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. Temuan berbagai permasalahan terungkap saat KSP melakukan verifikasi lapangan untuk menggali lebih dalam progress dan hambatan pengembangan kawasan ini.

Deputi III KSP Panutan S Sulendrakusuma menyampaikan beberapa poin permasalahan di KEK Bitung. Salah satunya, mengenai terhentinya pembangunan, belum banyaknya investor bisa datang kembali akibat dampak pandemi covid-19, dan masih perlunya hasil tangkapan dikirim ke Jakarta sebelum dieksport ke negara tujuan.

“Kami akan tindaklanjuti seluruh temuan permasalahan di sini, sehingga perkembangan KEK Bitung dapat makin cepat. Terutama untuk tingkatkan ekonomi Indonesia yang terdampak covid-19,” tegas Panutan. (Meldi Sahensolar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call