Suku Bunga Bank Turun, Dana Pensiun PT BSG Lakukan Gerakan Ikat Pinggang

340 Siswa SMPN 7 Manado Ikut UAS Secara Daring dengan Aplikasi Kelas Room
April 7, 2021
Dikbud Manado Gelar Worshop Peningkatan Mutu Guru CPNS, Kepsek SD dan SMP
April 7, 2021

MANADO, Lingmanado.com- Sudah setahun lebih dunia dilanda Pandemi Covid 19 yang meluluhlantak perekonomian dunia, nasional dan regional. Ekonomi menjadi lesu bahkan minus karena pergerakan manusia dibatasi dan semua hal dikerjakan dari rumah, baik urusan bisnis, perkantoran pemerintah dan swasta.

Akibatnya banyak perusahaan besar yang gulung tikar dan terjadi PHK besar-besaran sehingga membuat daya beli masyarakat menjadi lemah.

Belum lagi orang-orang berduit bukannya membelanajakn uangnya agar ekonomi bergeliat, mereka justru menyimpan uangnya di bank untuk cari aman.

Akibatnya perputaran uang terbatas dan hanya mengandalkan anggaran pemerintah untuk menggerakkan ekonomi.

Ketua Dana Pensiun PT Bank SulutGo, Adri K Sorongan SE kepada Lingmanado.com mengatakan, Pandemi Covid 19 memaksa pihaknya untuk mengencangkan ikat pinggang karena dampaknya sangat terasa.

Perekonomian lesu dan suku bunga bank turun serta pasar saham bergejolak, membuat pendapatan Dana Pensiun PT BSG ikut terdampak.

“Beruntung tahun 2020 lalu sisa hasil usaha Dana Pensiun masih sama dengan tahun 2019, padahal pendapatan turun,” kata mantan Kepala Devisi Umum PT BSG yang sejak tahun 2011 dipercayakan menahkodai dana pesniun PT BSG yang kini memiliki omset diatas Rp 275 miliar.

Dikatakan, di tahun 2021 ini, dampak lesunya perekonomian masih harus diantisipasi dengan melakukan efisiensi di berbagai bidang. Yang penting operasional berjalan lancar dan dana miklik pensiunan terjaga dengan baik.

“Tahun 2021 ini masih sulit karena suku bunga turun sementara pendapatan lebih besar dari situ, selain penempatan obligasi pemerintah yang menguntungkan,” kata Sorongan.

Meski menghadapi masa sulit, Dana Penbsiun PT BSG tidak melakukan PHK terhadap karyawan, bahkan seluruh fasilitas diberikan termasuk THR. Apalagi take homepay yang diterima karyawan melampaui upah minimum regional.

“Tidak ada PHK, semua berjalan lancar dengan cara melakukan efisiensi atau gerakan ikat pinggang. Yang penting bisa menutupi biaya operasional,” kata lelaki murah senyum yang dikenal jujur.

Salah satu pemimpin devisi PT BSG mengatakan, segaja pak Adri Sorongan dipertahankan di Dana Pensiun karena orangnya jujur. “Sebab, posisi tersebut cukup rawan dimanfaatkan jika salah menempatkan pengurus,” kata bankir senior yang mengaku mengenal dekat dengan Adri K Sorongan. (meldi s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call