Semua Pengurus Lolos FPT OJK, Dana Pensiun PT BSG Utamakan Kesejahteraan Pegawai

Kombes Marlien Tawas, MH Pantau Seleksi Bintara Polri 2020, Masuk Polisi Tanpa Mahar
Oktober 24, 2020
Sehan Bakal Siapkan Rp 1 Triliun untuk Mahasiswa di PTN, Saatnya BMR Bangkit  
Oktober 25, 2020

MANADO,LINGMANADO.COM – Pengurus Dana Pesiun yang diangkat Direksi PT Bank SulutGo dibawah pimpinan Adri K Sorongan, kini bisa benafas lega. Betapa tidak, hasil uji kepatutan atau Fit and Proper Test (FPT) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OIK) telah keluar dan semuanya dinyatakan layak untuk mengelolah dana pension PT BSG yang memiliki asset sekitar Rp 275 miliar tersebut.  

“Semua hasil FPT sudah keluar, meskipun secara bertahap karena terganjal Pandemi Covid-19. Rangkaian test seperti wawancara dilakukan secara  virtual,” kata Adri Sorongan,SE kepada LingManado.Com.

 Dikatakan, menjadi pengurus Dana Pnesiun PT Bank SulutGo tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Calon pengurus wajib mengikuti fid and proper test (FPT) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  karena menyangkut pengelolaan dana milik banyak orang.

Sejak awal tahun 2020, sebagian besar pengurus Dana Pensiun PT BSG adalah wajah baru. Kecuali Ketua yang masih dipercayakan kepada Adri K Sorongan, SE.  Empat orang pengurus yang baru wajib uji kepatutan di OJK masing-masing John Walukou, Frangky Monoarfa dan Femmy  Muaja.

Menghadapi masa sulit akibat  Pandemi Covid – 19 yang sudah berjalan sekitar tujuh bulan sehingga menghambat pertumbuhan perusahaan, namun Dana Pensiun PT Bank SulutGo tetap memperhatikan kesejahteraan pegawainya.

Bahkan dengan kondisi ikat pinggang karena pendapatan usaha menurun akiabt ekonomi dunia, regional dan local yang melemah, Dana Pnesiun PT BSG tidak melakukan pengurangan pegawai, apalagi pendapatan/gaji.

“Tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja. Yang ada adalah seluruh jajaran Dana Penskun melakukan gerakan ikat pinggang dengan melakukan efisiensi agar bisa bertahan di masa sulit ini,” kata Ketua Dana Pensiun PT Bank SulutGo, Adri K Sorongan, SE kepada Kawanua Post di ruang kerjanya, kemarin.

Perihal kesejahteraan pegawai menjadi prioritas utama agar mereka bisa produktif sehingga menghasilkan produktivitas yang tinggi bagi perusahaan. “Pendapatan pegawai Dana Pensiun rata-rata di atas UMP/UMR. Bahkan total yang diterima lebih dari Rp 5 juta/bulan,” katanya.

Adri memaparkan, karyawan diberikan asuransi BPJS Ketrenagakerjaan karena sebagai karyawan swasta wajib memilikinya. “Perusahaan yang tidak memberikan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada karyawanya akan dikenakan sanski sesuai dengan UU Ketenagakerjaan,” ungkap Adri yang juga mantan Kacab BSG Tondano.

Pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan sebagian besar ditangung oleh perusahaan, sisanya oleh pekerja. “Soal BLT bagi karyawan swasta berpenghasilan dibawah Rp 5 juta sebesar Rp 6000/bulan, tidak berlaku bagi karyawan Dana Pensiun PT BSG . Sebab, rata-rata gaji atau pendapatan yang ditrerima sudah diatas Rp 5 juta,” kata Sorongan lagi. (meldi s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call