PT MSH Tunggu Hibah Lahan Pemprov 92 Ha, Warga Tanjung Merah Dukung KEK Bitung

Realisasi DAK SMPN 13 Manado Tepat Waktu, Siswa Masih Belajar Daring
Februari 2, 2021
Syeni: Belajar Daring SMPN 7 Lancar, Sekolah Tatap Muka Siap
Februari 2, 2021

MANADO,LINGMANADO.COM – Direktur Utama PT Membangun Sulut Hebat (MSH) Jefry Lungkang, SE mengatakan, tahun 2021 ini pihaknya focus untuk melayani investor yang membanjiri KEK Bitung. Sebab, sudah banyak investor yang antri namun masih banyak kendala yang dihadapi antara lain soal hibah lahan Pemprov seluas 92 hektar yang hingga kini masih berproses.

“Kami belum punya legal standing untuk mengelolah lahan tersebut kartena secara resmi belum diserahkan kepada pihak MSH,” kata Jefry Lungkang kepada Lingmanado.com di ruang kerjanya, Selasa kemarin.

Dikatakan, jika lahan tersebut sudah diserahkan maka pihaknya akan segera melakukan pematangan tanah sehingga investor akan membanjiri KEK Bitung.

Ada 500 hektar lebih yang masuk kawasan KEK Bitung, 92 hektar diantaranya milik Pemprov yang akan diserahkan kepada MSH untuk dikelolah. “Nantinya lahan tersebut akan disewa atau bentuknya seperti apa. Yang pasti ada kontribusi untuk Pemprov,” katanya seraya menambahkan, lahan 92 hektar itu ada di kawasan Tanjung Merah dan Sagerat.

Sementara untuk lahan penduduk yang masuk kawasan KEK Bitung memang belum dibebaskan. “Kami tinggal tunggu investor masuk dan mereka akan memilih lokasi sesuai dengan jenis usaha. Nanti PT MSH dan investor tersebut yang akan membebaskan lahan tersebut,” katanya meyakinkan.

Menurut mantan direksi dan komisaris PT Bank SulutGo itu, tupoksi PT MSH antara lain mengelolah KEK Bitung, reklamasi dan proyek jalan dan jembatan.

Sebelumnya Wagub Sulut Steven Kandouw mengatakan, KEK Bitung memiliki potensi untuk pertumbuhan ekonomi. Ada 35 investor yang sudh siap masuk, sebagian telah MOU dengan PT MSH. Namun kendalanya adalah masalah pembebasan lahan yang belum tuntas dan injin  ekspor impor masih menjadi kewenangan pusat.  

Salah satu warga Tangjung Merah yang memiliki lahan sekitar 96 hektar di kawasan KEK Bitung mengatakan, pihaknya sangat mendukung program pemerintah untuk kemajuan Sulut Hebat. Sebab jika KEK Bitung berhasil akan meningkatkan perekonomian daerah dan membawa bumi Nyiur Melambai semakin hebat.

Namun pihak masyarakat juga mengharapkan pembebasan lahan yang sesuai dengan perkembangan terkini. “Kami siap lepas lahan kami, asalkan soal ganti rugi sesuai,” kata ibu Vonny Palilingan. (meldi sahensolar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call