Pendapatan Menurun, Dana Pensiun PT BSG Tetap Sanggup Bayarkan Hak Pensiunan

SD Solid Sumba Barat Daya Butuh Perhatian
Juni 21, 2021
Harga Kopra dan Cengkih di Tahuna Meroket
Juni 21, 2021

MANADO,Lingmanado.Com – Dana Pensiun PT Bank SulutGo terus berupaya bertahan dalam situasi ekonomi yang sulit karena terjadi kontraksi hebat dihantam Pandemic Covid 19. Tak heran target laba tidak muluk-muluk karena pendapatan mengalami penurunan yang signifikan.

“Kami mencoba untuk bertahan di masa sulit ini dengan melakukan berbagai langkah strategis dengan memegang prinsip kehati-hatian. Paling tidak melakukan efisiensi operasional dan melakukan inovasi-inovasi baru,” kata Ketua Dana Pensiun PT Bank SulutGo, Adri K Sorongan SE kepada Lingmanado.com di ruang kerjanya, Senin 21 Juni 2021.

Menurut Sorongan, pihaknya tidak mengejar laba semata-mata, namun yang utama adalah mempertahankan posisi aman dalam hal pembayaran hak pensiunan. Karena saat ini Dana Pensiunan PT BSG berada pada level satu kemampuan dalam membayar kewajiban terhadap pensiunan.

“Jika terjadi sesuatu yang luar biasa terhadap PT BSG, Dana Pensiun sanggup untuk memenuhi semua hak-hak dari pensiunan,” ungkap Sorongan.

Namun dengan memperoleh laba setiap tahun, akan mengurangi beban pendiri dalam hal ini PT BSG dalam hal pembayaran iuran pensiun. “Semakin baik poisisi keuangan/modal yang dimiliki, akan semakin mengurangi beban pendiri,” kata Adri.

Dikatakan, saat memimpin Dana Pensiun pada tahun 2011 lalu, posisi Dana Pensiun PT BSG berada pada level 3. Artinya kemampuan untuk membayar kewajiban terbatas sehingga perlu ada subsidi dari pendiri.

Sorongan memaparkan, sumber pendapatan Dana Pensiun meliputi penempatan dana deposito di sejumlah bank, membeli obligasi milik pemerintah dan instrument keuangan lainnya yang memiliki resiko rendah.

Dengan turunnya suku bunga perbankan akibat BI Rate turun, maka otomatis pendapatan dari bunga deposito ikut turun sehingga kondisi ini perlu disiasati.

“Mengelolah Dana Pensiun butuh kehati-hatian dan kejujuran. Jangan karena mencari keuntungan besar lalu berspekulasi tinggi. Memang bisa untung besar, tetapi jika terjadi masalah, maka bisa-bisa bangkrut,” katanya meyakinkan.

Untuk itulah selama ini Dana Pensiun PT BSG yang memiliki total asset mendekati Rp 300 miliar ini sangat berhati hati dalam mengelolah dana milik pensiunan PT BSG.

Tahun ini saja ada beberapa karyawan PT BSG yang akan memasuki masa pensiunan sehingga hak-hak mereka perlu dibayarkan. “Ketentuannya pensiunan bisa mencairkan 20 persen haknya. Jadi jika yang akan diterima Rp 1 miliar maka yang bisa diambil Rp 200 juta, bisa untuk modal usaha. Sementara sisanya diambil setiap bulan sebagai gaji pensiun,” kata mantan Kadiv Umum PT BSG ini meyakinkan. (meldi sahensolar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call