Pemerintah Akan Evaluasi 7 BUMN yang Rugi Usai Terima PMN

Tetap Jalankan Protokol Kesehatan Covid -19, Sebanyak 489 Siswa SMKN 2 Bitung Ikut UNBK Hingga Hari Ke-3
Maret 19, 2020
Arahan Presiden Terkait Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah Tangani Covid-19
Maret 19, 2020

LingManado – Menteri Kuangan, Sri Mulyani Indrawati, memastikan akan mengavaluasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait adanya perusahaan-perusahaan BUMN yang tidak berjalan optimal. Tercatat ada sebanyak tujuh BUMN mengalami kerugian setelah menerima suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah pada 2018.

“Jadi kami bersama menteri BUMN akan bersama sama melihat mana-mana yang memang perlu untuk diperkuat dalam bentuk penguatannya dan bagaimana misi pembangunannya tetap bisa dijalankan secara lebih bertanggung jawab,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/12).

Sebab, bagaimana pun, kata Sri Mulyani, semua BUMN ini sebagai entitas yang kemudian perlu dijaga keberlanjutan perusahaannya agar misi pembangunan tetap berjalan. Untuk itu, ke depan evaluasi ini menjadi penting agar tidak ada lagi BUMN yang merugi.

“Kalau dari sisi tata kelola perusahaan, kan, menteri BUMN sekarang sedang lakukan evaluasi dengan dua wamennya. Mereka sedang menjalankan itu. Nanti kami lihat duduk bersama bagaimana rancangan Beliau memperbaiki kinerja dan bagaimana bentuk kebijakan yang dibutuhkan BUMN tersebut,” kata dia.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menambahkan dengan adanya perusahaan-perusahaan BUMN yang masih merugi, maka ke depan tata kelola perusahaan menjadi satu hal yang harus diperhatikan. Menurut dia, apa-apa saja yang menyebabkan kerugian pada BUMN itu perlu dikupas lebih jauh.

“Iya harus diperhatikan tata kelolanya, ruginya karena apa, seperti apa dia sudah menerima PMN, iya kan. Lalu apa yang sudah dikerjakan, lalu bagaimana kondisi keuangannya. Kami analisis lebih lanjut bersama Kementerian BUMN,” kata dia.

( Sumber: Merdeka.com )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call