Nakes RSU MMC Divaksin Sinovac, Ciakaren Minta Warga Jangan Percaya Hoaks

Akibat Angin Puting Beliung, Atap SDN 103 Paniki Bawah Terangkat
Januari 22, 2021
Peduli Korban Banjir dan Tanah Longsor, JPM Bagikan 1000 Kotak Makanan
Januari 24, 2021

MANADO,LINGMANADO.COM –  Guna memutus mata rantai Pandemic Covid 19,  Presiden Joko Widodo telah memberi contoh dan teladan yang baik kepada ratusan juta masyarakat Indonesia agar tidak takut dan ragu untuk divaksin.

Langkah ini diikuti oleh pejabat tingi Negara, para gubernur, bupati, pejabat TNI dan Polri untuk divaksin Sinovac yang sudah teruji secara klinis dan sudah mendapat izin dari BPOM .

Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Manado Medical Center (MMC) dr Ronadl Halim Ciakaren pun tak ragu mengikuti langkah Presiden Jokowi untuk divaksin bersama jajarannya.

Sebab, vaksin Sinovac yang sudah berada di daerah-daerah untuk tahap pertama diberikan kepada tenaga kesehatan (Nakes) sebagai ujung tombak dalam penanganan Pandemi Covid-19 yang semakin meningkat akhir-akhir ini.   

“Saya sudah divaksin dan tidak terjadi apa-apa. Bahkan selurun tenaga kesehatan di RSU MMC wajib divaksin,” kata dr Ronald Ciakaren kepada Lingmanado.com.

Dikatakan, vaksinasi Covid 19 sedang berlangsung di klinik khusus yang ada di rumah sakit tersebut, yaitu terletak di bagian depan sebelum instalasi UGD.

Ronald mengatakan, ada sekitar 175 Nakes di RSU MMC yang akan divaksin. “Tadinya ada yang ragu-ragu, tetapi akhirnya semua bisa divaksin,” kata sosok murah senyum ini meyakinkan.

Tentang Vaksin Sinovac yang kini sedang disuntikkan kepada tenaga kesehatan di seluruh tanah air, aman dan tidak menimbulkan efek yang aneh aneh. “Memang ada juga efeknya tetapi itu biasa saat seseorang divaksin. Namun warga jangan takut karena vaksin ini aman. Jangan percaya Hoax yang banyak bertebaran di media

social,” tukasnya.

Menurutnya, dengan adanya vaksin ini lebih memberikan rasa aman untuk beraktivitas. Sebab, jika Pandemi ini tidak ditangani dengan baik akan menyulitkan perekonomian negara.

“Pemerintah sudah mengambil langkah tepat dengan mewajibkan seluruh warga Negara untuk divaksin. Apalagi diberikan secara cuma-cuma dalam rangka meningkatkan kekebalan tubuh manusia dari serangan virus corona,” katanya.

Mengenai rapit tes anti bodi dan anti gen, diperlukan untuk mengetahui adanya virus. Bedanya anti gen dan anti body adalah pada tingkat akuratannya.

Jika rapid test antigen reaktif, maka hampir dipastikan yang bersangkutan terkonfirmasi Covid 19. Namun jika hanya rapid test anti bodi, yang reaktif belum tentu terkena virus.

“Kami melayani rapid anti bodi dan anti gen dengan harga terjangkau,” kata Ciakaren lagi. (meldi s)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call