Komisi X Dorong Vaksinasi Guru Segera Dituntaskan

Terabaikan, Empat Ruangan SMPN 9 Manado Tidak Layak Pakai
Februari 22, 2021
Daglan: Bangunan Tanpa Ijin Dikbud di Halaman Sekolah Bakal Dibongkar
Maret 2, 2021

Jakarta – Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda mendukung target Presiden Joko Widodo untuk membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli 2021. Dia pun meminta target vaksinasi kepada lima juta tenaga kependidikan harus segera dituntaskan. 
“Kami menilai target Presiden Jokowi untuk membuka sekolah dan mengadakan pembelajaran tatap muka Juli mendatang harus didukung,” ujar Huda dalam keterangannya, Kamis, 25 Februari 2021. 
Ia menilai, dibukanya kembali PTM maka dapat meminimalisasi ancaman loss learning bagi anak-anak. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai alternatif pola belajar selama pandemi covid-19 banyak dikeluhkan siswa, guru, maupun orang tua.   
Berbagai kendala dihadapi mulai dari keterbatasan kuota, minimnya gadget, hingga tidak meratanya akses internet membuat PJJ tidak maksimal. Akibatnya banyak peserta didik yang tidak mendapatkan kompetensi sesuai dengan tingkatnnya.  
“Harus diakui pembelajaran tatap muka saat ini masih merupakan metode terbaik di Indonesia. Oleh karena itu kami mendukung pembukaan sekolah di awal tahun ajaran baru nanti,” ujarnya.
 Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah memulai proses vaksinasi kepada lima juta tenaga pendidik di Tanah Air. Menurutnya, hal ini akan menjadi langkah awal untuk memastikan keamanan proses belajar mengajar dengan tatap muka di sekolah.  
“Dengan vaksinasi para guru maka mereka mempunyai imunitas untuk meminimalkan penularan covid-19 kepada anak didik mereka. Dengan demikian saat ini tinggal mengatur bagaimana protocol kesehatan bagi anak didik agar proses belajar mengajar bisa berlangsung aman,” ungkapnya.  
Meski begitu, protokol kesehatan tetap harus diterapkan meski nantinya vaksinasi guru selesai dan sekolah kembali menggelar PTM. Antara lain, pembatasan jumlah siswa dalam kelas, adanya thermo gun, westafel, dan hand sanitizer.
Selain itu juga harus dijaga kebersihan dan kedisplinan dalam menjaga jarak saat waktu istirahat. Nantinya sekolah juga harus mengatur jam sekolah dalam sistim shift agar tidak terjadi kerumunan.  
“Bahkan jika perlu untuk tahap awal sekolah tidak menerapkan jam pelajaran secara penuh, tetapi bertahap sesuai dengan kondisi pandemic di tanah air. Yang penting sekolah tatap muka bisa dilakukan terlebih dahulu meski bertahap pelaksanaannya,” tuturnya.(m.id/jet)
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call