Kendati Masih Pandemi Covid 19, Pensiun BSG Optimis Capai Target Laba 2021

Ciakaren: Ayo Vaksin, Kini Saya Lebih Sehat dan Percaya Diri
Februari 16, 2021
Selama Pandemic Covid-19, SMAN 9 Manado Gunakan Microsoft Education Office 365
Februari 18, 2021

MANADO,Lingmanado.com – Mengawali tahun 2021, Dana Pensiun PT Bank SulutGo optimis bisa menjalani bisnis sesuai target yang ditetapkan. Paling tidak bisa bertahan dan mempertahankan capaian tahun 2020 lalu yang dilalui dengan begitu sulit akibat Pandemic covid 19.

“Kami optimis bisa menjalankan bisnis sesuai koridor yang ditetapkan OJK. Tentu bisa mencapai laba sesuai target guna memenuhi kebutuhan pansiunan,” kata Ketua Dana Pensiun PT Bank SulutGo, Adri K Sorongan SE kepada Kawanua Post di ruang kerjanya belum lama ini.     

Dikatakan, pihaknya memang mengalami kesulitan di tahun 2020 lalu karena Pandemic Covid 19.  Ekonomi dunia tergoncang, bahkan Indoensia mengalami kesulitan, pertumbuhan ekonomi anjlok dan bunga bank turun.

Namun demikian Dana Pensiun PT Bank SulutGo tetap berusaha untuk bertahan dengan melakukan berbagai terobosan antara lain efisiensi agar bisa bertahan  di tengah krisis. Bahkan untuk memutus mata rantai, pengurus menjadwalkan karyawan dan pengurus yang masuk. Satu hari masuk dua hari frei.

“Kami tidak melakukan PHK karyawan karena selama ini masih mampu untuk membiayai operasional. Karyawan masuk tidak tiap hari tetapi dijadwalkan. Begitu juga dengan pengurus tiap hari dua orang bergantian masuk, ” kata Sorongan.

Mernurutnya,  selama ini Dana Pensiun PT BSG menempatkan dana dalam bentuk deposito di sejumlah bank terpercaya dengan mengharapkan bunga sebagai sumber pendapatan. Bahkan ada dana yang ditempatkan di obligasi dan berbagai instrumen lainnya yang aman dan bisa memperoleh pendapatan.Sementara konidisi ekonomi yang lesu membuat perbankan menurunkan suku bunga yang berpengaruh pada pendapatan Dana Pensiun PT BSG.

Dikatakan, laba tahun 2020 lalu mencapai Rp 15.miliar dengan total aset sekitar Rp 275 miliar.  “Kami masih mampu menunaikan kewajiban karena likuditas Dana Pensiuan sangat memungkinkan,” katanya.

Menurutnya, menjadi pengurus Dana Pensiun PT Bank SulutGo tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Calon pengurus wajib mengikuti fid and proper test (FPT) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  karena menyangkut pengelolaan dana milik banyak orang.

Adri memaparkan, karyawan diberikan asuransi BPJS Ketrenagakerjaan karena sebagai karyawan swasta wajib memilikinya. “Perusahaan yang tidak memberikan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada karyawanya akan dikenakan sanski sesuai dengan UU Ketenagakerjaan,” ungkap Adri yang juga mantan Kacab BSG Tondano.  (meldi s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call