Kawal Kasus AK dan SL, BARMAS Sulut Bakal Bertemu TNI dan Polri

Persmin Siap Bertarung di Putaran Liga 3 Nasional
Januari 3, 2022
Hadiri Natal SDN 11, Daglan Ingatkan Konsep Pembelajaran Orientasinya Memuaskan Pelanggan
Januari 6, 2022

Foto: Jajaran Pengurus BARMAS Sulut.

MANADO, Lingmanado.com — Ketua Barisan Masyarakat Adat Sulawesi utara (BARMAS) Tonaas Defly Brando Lengkey, SS yang didampingi Sekretaris Fernando Melo, SE menyikapi polemik yang terjadi antara seorang pengusaha Tambang Ali Kenter (AK) yang melakukan penganiayaan terhadap Sehan Landjar (SL) yang diketahui akibat permasaalahan Hutang-Piutang.

Menurut Tonaas Lengkey, aparat penegak hukum harus jeli, apalagi AK pernah di proses hukum akibat menjalankan Pertambangan liar atau Pertambangan Tanpa Ijin (PTI) dan SL juga merupakan seorang Tokoh masyarakat yang bertikai dan tidak dapat diantisipasi oleh aparat keamanan.

“Sebagai organisasi adat yang bertujuan untuk mempersatukan tiga etnis budaya di sulawesi utara melihat bahwa, pertikaian ini seharusnya tidak boleh terjadi ketika ada peluang untuk di lerai aparat keamanan yakni dari Kepolisian sehingga, kami meminta Kapolda Sulut juga perlu melihat hal ini. Proses hukum atas penganiayaan harus di tegakkan, tetapi juga perlu melakukan evaluasi di internal kepolisian,” sorot Tonaas Lengkey.

Lanjutnya lagi, BARMAS Sulut selalu siap mendukung TNI dan Polri, dalam mempertahankan keamanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di Tiga etnis budaya di Sulawesi utara, yakni Minahasa, Nusa utara, dan Bolaang Mangondow.

“BARMAS Sulut akan terus bersinergi dengan TNI dan Polri, sebagaimana tujuan BARMAS untuk mempersatukan seluruh masyarakat di tiga etnis budaya di Sulaweai utara,” terangnya.

Disamping itu, Sekretaris BARMAS DPD Sulawesi utara Fernando Melo, SE menambahkan, pihaknya akan segera mengawal kasus tersebut dimana kasus tersebut perlu di tangani dengan serius oleh aparat kepolisian.

“Sesuai hasil koordinasi bersama Ketua Tonaas Defly, BARMAS DPD Sulut akan segera tatap muka bersama aparat keamanan dan para penegak hukum di sulawesi utara, untuk membangun sinergitas bersama TNI dan Polri. bukan hanya soal kasus AK dan SL saja tapi banyak kasus lain lagi yang kemudian harus menjadi perhatian serius dari aparat keamanan, penegak hukum dalam hal ini TNI dan Polri,” bebernya.

Ia juga berharap, dengan adanya koordinasi antara BARMAS Sulut bersama para aparat keamanan dan penegak hukum di Sulut, maka mampu menekan tindakan premanisme dan semua tindakan yang melanggar hukum.

“Harapan kami, melalui tatap muka nanti, terbangun sinergitas dalam meminimalisir atau mampu mencegah tindakan melawan hukum, baik tindakan premanisme di jalanan, sampai tindakan premanisme berdasi di Sulawesi utara,” Timpalnya. (meldi s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call