Ikut Pusat, PPKM di Sulut Diperpanjang Hingga 20 September, Bolmong Masih Level IV

Sarana Penunjang Protokol Kesehatan Tersedia, SDN 42 Manado Siap PTM Terbatas
September 8, 2021
Arthur Tumipa: PTM Terbatas Masih Menungu Petunjuk
September 9, 2021

MANADO,LingManado.Com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sulawesi Utara (Sulut), diperpanjang lagi hingga Senin (20/9) atau selama dua pekan lagi.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey mengatakan, Provinsi Sulut mengikuti kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat, di mana telah diumumkan sebelumnya jika PPKM diperpanjang hingga 20 September 2021.

“(PPKM) Ikut pusat. Kebijakannya diperpanjang sampai 20 September 2021,” ujar Olly.

Gubernur Olly mengatakan, jumlah kasus Covid-19 di Sulut sudah cenderung menurun. Meski begitu, dari 15 kabupaten/kota di Sulut hanya Kabupaten Bolmong yang masih status level IV.

“Ada Bolmong yang level IV, karena adanya perbandingan kasus terpapar dengan jumlah testingnya masih sedikit, sehingga pusat melihatnya masih tinggi,” ungkapnya.

Ia menuturkan, penetapan status PPKM oleh Pemerintah Pusat bagi daerah di luar Jawa-Bali kiranya dapat dipahami oleh masyarakat.

“Kita ikuti kebijakan pusat untuk memperpanjang PPKM hingga 20 September,” tukasnya.

Gubernur mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Butuh kesadaran masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai Covid-19. Ekonomi boleh berjalan, tapi kesehatan masyarakat jadi prioritas,” tandasnya.

Sebelumnya, Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Sulawesi Utara, dr Steaven Dandel, mengaku jika kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sudah cukup efektif menekan angka kasus harian corona di daerah nyiur melambai.

Dikatakannya, sejak diberlakukannya kebijakan PPKM, ada tren menurun jumlah kasus COVID-19. Menurutnya, kasus COVID-19, yang sebelumnya tercatat 450 per hari, kini menjadi 100 per hari (7DMA) di akhir bulan Agustus.

“Kalo dari Satgas. Kesimpulannya PPKM ini efektif. Mengapa? karena sejak pelaksanaan di tengah Juli sampai sekarang, bisa menurunkan jumlah kasus dari 450 per hari (7DMA) menjadi 100 per hari di akhir Agustus,” kata Dandel. (jefry/meldi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call