Empat Januari 2021 Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali

SDN 50 Manado Siapkan Ujian Semester Ganjil, Kembangkan Musik Kolaborasi
Desember 1, 2020
SMAN 9 Manado Siap Sekolah Tatap Muka
Desember 7, 2020

MANADO,LINGMANADO.COM – Mulai tanggal 4 Januari 2021, sekolah tatap muka dibuka kembali setelah hampir setahun siswa berlajar dari rumah (daring) dan luring. “Sekolah diminta untuk mempersiapkan diri tentu dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Daglan Walangitan ketika memberikan sosialisasi kepada para kepala sekolah, Senin 30 November 2020.

Bersama Kabid SMP, Sone Engka dan tim dari MKKS SMP, Dikbud menggelar sosialisasi di tiga lokasi berbeda, masing-masing di SMPN 1 Manado, Sekolah Diah Harapan di Holand Filage dan SMP Katolik Rafael.

Daglan mengatakan, untuk membuka sekolah tatap muka, sekolah harus memastikan siap dengan menandatanganan enam komponen penting atau cek list. Pertama, sanitasi dan kebersihan lingkungan sekolah, antara lain menyiapkan toilet, tempat cuci tangan dan disinfektan.

Kedua, memiliki fasilitas kesehatan yang terdekat dengan sekolah. Misalnya rumah sakit atau Puskesmas.

Ketiga, satuan pendidikan wajib menyiapkan dan membagikan masker kain tiga lapis atau masker medis atau face shild.

Keempat, tersedia Termogran (tembak-tembak) suhu tubuh.

Kelima, pemetaan komorbitas, transportasi dan akses masuk keluar daerah resiko tinggi.

Keenam, mendapat persetujuan dari komite atau orang tua murid.

“Keenam cek list ini wajib diisi dan ditandatangani oleh kepala sekolah. Dan setiap list harus disertai bukti fisik beberpa foto, maksimal 1 MG,” kata Daglan lagi.

Lebih jauh dijelaskan, setiap kelas hanya boleh diisi oleh 18 siswa dan lamanya jam belajar ditentukan oleh sekolah. Kalau SD mungkin satu jam. Jika ada shift masuk, pastikan bahwa setiap ruangan disemprot disinfektan minimal 2.5 jam sebelum shift berikut masuk.

Begitu juga selesai shift dua langsung disemprot untuk digunakan besok harinya lagi.

Menurut Daglan, sekolah tatap muka dibagi dua tahap, yaitu dua bulan pertama masa transisi dimana kantin tidak boleh dibuka dan kegiatan olahraga serta ekstra kurikuler dilarang.

Sementara untuk tahap kedua setelah dievaluasi, kantin bisa dibuka dan olahraga dibolehkan sepanjang  tidak menggunakan alat yang dipakai bersama. Seperti basket dan lain-lain, sementara senam dibolehkan karena tidak menggunakan alat.

Selain itu, sekolah wajib membuat tim, semacam gugus tugas. Pertama tim pembelajaran dan tata ruang, kedua tim kesehatan, kebersihan dan keamanan. Ketiga, tim Humas. “Tidak boleh ada rapat orang tua murid/komite,” tegasnya.

Selain sosialisasi, Kadis Dikbud juiga menyerahkan hadiah lomba kebersihan dan keindahan dengan berbagai kriteria antara lain ruang Kepsek terbaik, ruang perpustakaan, tata usaha, ruang guru laboratorium, ruang kelas, ruang UKS, toilet, dan taman terbaik.  (meldi/jef)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call