Dana Pensiun PT Bank SulutGo, Suksesd Bertahan di Tengah Serangan Covid-19

Warga Tertular Covid 19 Meningkat, RSU MMC Terus Memaksimalkan Pelayanan
Desember 28, 2020
Vonny Palilingan: Demi Kemajuan Sulut, Kami Siap Lepas Lahan di KEK Bitung
Desember 30, 2020

MANADO,LINGMANADO.COM – Memasuki tahun 2020A, awalnya jajaran Dana Pensiun PT  Bank SulutGo merasa optimis untuk melangkah dengan segala strategi dan program yang sudah ditetapkan, termasuk target laba yang akan dicapai.

Namun memasuki bulan Pebruari dan Maret, siutuasi menjadi berubah. Pandemi Covid 19 yang melanda dunia termasuk Indoniesia khususnya Sulawesi Utara membuat ekonomi nyaris lumpuh. Semua sector terkontraksi negative, baik dunia keuangan perbankan, asuransi dan lain-lainnya.

Hal ini berdampak buruk bagi prospek perusahaan yang sudah mematok laba yang optimis. Namun seiirng dengan berajalannya waktu, ekonomi mulai tersendat-sendat.  Kuartal ke 2 saja pertumbuhan ekonomi Indonesia terkoreksi minus 5 persen lebih karena daya beli masyarakat menurun draatis seiring dengan banyaknya terjadi PHK.

Tak heran kondisi ekonomi menjadi lesu dan sangat berpengaruh pada melemahnya daya beli masyarakat. Perbankan yang mengandalkan kredit juga terdampak karena banyaknya kredit macet, sulitnya penyerapan kredit dan bunga tabungan pun turun.

Namun demikian Dana Pensiun PT Bank SulutGo tetap berusaha untuk bertahan dengan melakukan berbagai terobosan antara lain efisiensi, paling tidak bias bertahan  di tengah krisis. Bahkan untuk memutus mata rantai, pengurus menjadwalkan karyawan dan pengurus yang masuk. Satu hari masuk dua hari frei.

“Kami tidak melakukan PHK karyawan karena selama ini masih mampu untuk membiayai operasional. Karyawan masuk tidak tiap hari tetapi dijadwalkan. Begitu juga dengan pengurus tiap hari dua orang bergantian masuk, ” kata Ketua Dana Pensiun PT Bank SulutGo di ruang kerjanya

Mernurutnya,  selama ini Dana Pensiun PT BSG menempatkan dana dalam bentuk deposito di sejumlah bank terpercaya dengan mengharapkan bunga sebagai sumber pendapatan. Bahkan ada dana yang ditempatkan di obligasi dan berbagai instrumen lainnya yang aman dan bisa memperoleh pendapatan.

Sementara konidisi ekonomi yang lesu membuat perbankan menurunkan suku bunga yang berpengaruh pada pendapatan Dana Pensiun PT BSG.

“Begitu juga obligasi yang turun sehingga untuk tahun ini target laba yang ditetapkan agak sulit untuk tercapai. Tapi yang penting bisa bertahan dalam kondisi yang sulit ini,” kata Sorongan lagi.

Dikatakan, laba tahun 2019 lalu mencapai Rp 15.miliar denga. Total aset sekitar Rp 250 miliar. Namun 2020 ini rasanya sulit untuk mencapainya. Namun demikian Adri memastikan bahwa kemampuan Dana Pensiun dalam melaksanakan kewajiban terhadap pensiunan tidak terganggu.

“Kami masih mampu menunaikan kewajiban karena likuditas Dana Pensiuan sa

Sejak awal tahun 2020, sebagian besar pengurus Dana Pensiun PT BSG adalah wajah baru. Kecuali Ketua yang masih dipercayakan kepada Adri K Sorongan, SE.  Empat orang pengurus yang baru wajib uji kepatutan di OJK masing-masing John Walukou, Frangky Monoarfa dan Femmy  Muaja.ngat memungkinkan,” katanya dengan nada meyakinkan.

Meskipun tidak setiap hari karyawan dan pengurus masuk kantor, tidak mengurangi pendapatan mereka setiap bulannya. “Yang penting tugas pokok bisa terselesaikan dengak baik, ” kata Wakil Ketua BPMJ GMIM ELIM Melalayang yang hamp

Sejak awal tahun 2020, sebagian besar pengurus Dana Pensiun PT BSG adalah wajah baru. Kecuali Ketua yang masih dipercayakan kepada Adri K Sorongan, SE.  Empat orang pengurus yang baru wajib uji kepatutan di OJK masing-masing John Walukou, Frangky Monoarfa dan Femmy  Muaja.ir 10 tahun menjadi Ketua Dana Pensiun PT BSG.

Tahun 2020 juga diwarnai dengan penggantian jajaran pengurus karena sudah habis masa tugas satu periode. Tak heran pada bulan Februari direksi PT Bank Sulut menunjuk beberapa personil yang diniloai mampu membawa dana pensiun  berkiprah di tengah persaingan dan situasi ekonomi yang tidak menentu.  

Dari semua pengurus yang ada, hanya Adri K Sorongan, SE yang dipertahankan untuk menjga kestabilan dan kelangsungan organisasi. Jelas ada beberapa orang baru yang masuk.

Pengurus Dana Pesiun yang diangkat Direksi PT Bank SulutGo dibawah pimpinan Adri K Sorongan, kini bisa benafas lega karena semuanya dinyatakan lolos dari uji kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan. .  hasil uji kepatutan atau Fit and Proper Test (FPT) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OIK) telah keluar dan semuanya dinyatakan layak untuk mengelolah dana pension PT BSG yang memiliki asset sekitar Rp 275 miliar tersebut. 

“Semua hasil FPT sudah keluar, meskipun secara bertahap karena terganjal Pandemi Covid-19. Rangkaian test seperti wawancara dilakukan secara  virtual,” kata Adri Sorongan,SE .

 Dikatakan, menjadi pengurus Dana Pnesiun PT Bank SulutGo tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Calon pengurus wajib mengikuti fid and proper test (FPT) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  karena menyangkut pengelolaan dana milik banyak orang.

Sejak awal tahun 2020, sebagian besar pengurus Dana Pensiun PT BSG adalah wajah baru. Kecuali Ketua yang masih dipercayakan kepada Adri K Sorongan, SE.  Empat orang pengurus yang baru wajib uji kepatutan di OJK masing-masing John Walukou, Frangky Monoarfa dan Femmy  Muaja.

Menghadapi masa sulit akibat  Pandemi Covid – 19 yang sudah berjalan sekitar tujuh bulan sehingga menghambat pertumbuhan perusahaan, namun Dana Pensiun PT Bank SulutGo tetap memperhatikan kesejahteraan pegawainya.

Bahkan dengan kondisi ikat pinggang karena pendapatan usaha menurun akiabt ekonomi dunia, regional dan local yang melemah, Dana Pnesiun PT BSG tidak melakukan pengurangan pegawai, apalagi pendapatan/gaji.

Perihal kesejahteraan pegawai menjadi prioritas utama agar mereka bisa produktif sehingga menghasilkan produktivitas yang tinggi bagi perusahaan. “Pendapatan pegawai Dana Pensiun rata-rata di atas UMP/UMR. Bahkan total yang diterima lebih dari Rp 5 juta/bulan,” katanya.

Adri memaparkan, karyawan diberikan asuransi BPJS Ketrenagakerjaan karena sebagai karyawan swasta wajib memilikinya. “Perusahaan yang tidak memberikan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada karyawanya akan dikenakan sanski sesuai dengan UU Ketenagakerjaan,” ungkap Adri yang juga mantan Kacab BSG Tondano.

Pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan sebagian besar ditangung oleh perusahaan, sisanya oleh pekerja. “Soal BLT bagi karyawan swasta berpenghasilan dibawah Rp 5 juta sebesar Rp 6000/bulan, tidak berlaku bagi karyawan Dana Pensiun PT BSG . Sebab, rata-rata gaji atau pendapatan yang ditrerima sudah diatas Rp 5 juta,” kata Sorongan lagi.

Ketua Badan Pengawas, Revino Pepah SE. MM memberia apresiasi yang tinggi kepada jajaran pengurus Dana Pensiun karena mampu bertahan di tengah lesunya ekonomi nasional international dan local. “Ini masa yang sulit, tetapi mereka mampu bertahan dan bias memberikan pelayanan maksimal kepada pensiunan. Bahkan Dana Pensiun PT BSG mampu menutupi semua kewajiban jika terjadi sesuatu hal yang luar biasa dengan PT Bank SulutGo,” kata Dirum PT BSG ini dengan nada bangga.  (meldi s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call