Covid-19 Varian Omicron Jadi Ancaman Baru

Guru Bakal Menerima Penghargaan Satyalencana oleh Presiden
November 25, 2021
Lulus FPT OJK, Paputungan dan Lintang Resmi Perkuat Dewan Pengawas Dana Pensiunan PT BSG
November 29, 2021

Walikota Andrei Minta Masyarakat Manado Waspada 

MANADO,LingManado.Com – Covid-19 masih menjadi momok yang menakutkan, apalagi semakin banyak muncul varian baru yang lebih berbahaya.

Terbaru yakni virus corona B.1.1.529 yang terdeteksi di Afrika Selatan. Oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, mutasi baru itu ditetapkan sebagai variant of concern (VOC) yang diberi nama Omicron.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Andrei Angouw menegaskan bahwa seluruh warga Manado lebih waspada dengan varian baru Covid-19 tersebut.

Dia meminta protokol kesehatan yakni pakai masker, jaga jarak, menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas selalu diterapkan dalam kegiatan sehari-hari. Ini karena waktu gelombang kedua serangan Covid-19 pada pertengahan tahun ini, Kota Manado mengalami peningkatan jumlah korban yang tertular varian Delta.

Apalagi, WHO mengungkapkan bahwa varian Omricon telah terdeteksi pada tingkat penularan yang lebih cepat dari lonjakan infeksi sebelumnya di Afrika Selatan. Menunjukkan varian ini mungkin memiliki keunggulan dari segi pertumbuhan.

“Jangan terjadi lagi serangan gelombang ketiga virus Omricon di Kota Manado,”tegas Wali Kota Andrei, Senin (29/11/2021)

Selain itu, Ia juga meminta agar seluruh warga Manado untuk ikut dan menuntaskan program vaksinasi.

“Yang belum vaksin, segera divaksin. Yang baru pertama divaksin, segera tuntaskan vaksinasi sampai kedua kali, karena bila sudah tuntas di vaksin, sistem imun kita segera terbentuk sempurna dan kita akan kebal dari serangan virus Covid-19, ” tegas Wali Kota Andrei.

Sekadar informasi, Pemerintah Pusat kembali mengubah durasi karantina bagi WNA dan WNI dari luar negeri. Aturan itu imbas dari varian Omicron.

“Pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar negara-negara yang masuk daftar pada poin A menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari,” ujar Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Minggu (28/11).(meldi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call