Bukan Masker atau Hand Sanitizer, Pakar Gizi Rachel Olsen Ungkap Tips Ampuh Cegah Infeksi Virus

100 Kursi Roda dan Bantuan Biaya Pengobatan untuk Pasien RSCM
Maret 19, 2020
Mendikbud Minta Perguruan Tinggi Hentikan Kuliah Tatap Muka, Social Distancing!
Maret 19, 2020

LingManado – Beberapa minggu ini kita kerap dihantui wabah virus corona (COVID-19) yang melanda di berbagai belahan dunia. Jumlah penderita terpapar virus mencapai puluhan ribu tak terkecuali Indonesia yang secara resmi diumumkan Presiden bahwa ada warganya juga terinfeksi virus tersebut.

Efek dari hal tersebut menyebabkan harga masker dan hand sanitizer meroket hingga berpuluh kali lipat. Namun, apakah benar barang tersebut yang banyak diburu saat ini memang terbukti dapat mencegah infeksi virus?

Seperti diketahui penularan virus corona mirip seperti virus lainnya, dapat terjadi melalui air liur yang terlontar saat pasien batuk atau bersin.  Selain itu bisa juga lewat jabat tangan dengan pasien terpapar virus corona.  Akibat dari infeksi virus ini menyebabkan kondisi gangguan kesehatan serius seperti pneumonia yang membuat pasien kesulitan bernafas, hingga kematian.

Lantas apakah benar penggunaan masker dan hand sanitizer terus menerus efektif membentengi tubuh dari penyebaran virus? Jangan panik dan mudah percaya mengikuti anjuran yang belum jelas kebenarannya untuk mencegah diri terpapar virus. Cukup jaga kesehatan Anda dengan rutin berolahraga dan tentunya menjaga asupan nutrisi, vitamin, serta mineral yang diperlukan tubuh.

Rachel Olsen, B.Sc. Global Nutrition Health, Nutrition Expert YOUVIT gummy multivitamin, menyebut bahwa infeksi virus dapat  dicegah dengan menjaga daya tahan tubuh. “Imunitas pada tubuh manusia sebenarnya bisa dijaga dengan nutrisi yang tepat tiap harinya, seperti dari sayur, buah dan sumber makanan alami lainnya,” ucap Rachel.

Mengenai hal itu, Rachel juga memberikan beberapa rekomendasi sumber nutrisi untuk mencegah virus tersebut. Berikut penjelasannya.

1. Vitamin A

Rachel menyarankan untuk menjaga asupan vitamin A harian, karena vitamin ini terlibat pada produksi dan fungsi sel darah putih yang membantu mengeliminasi patogen (virus) dan mencegah adanya penyakit infeksi. Zat ini bisa didapatkan dari wortel, ubi dan pepaya.

2. Vitamin B Kompleks

Selain itu, ada juga vitamin B Kompleks yang diperlukan oleh lebih dari 100 enzim dalam tubuh. Saat fungsi enzim ini dapat optimal, maka dia akan membantu kerja sel imun dengan lebih baik. Makanan yang kaya dengan vitamin B antara lain sayuran hijau (seperti daun singkong, bayam, kangkung) dan kacang-kacangan.

3. Vitamin C

Vitamin lain yang direkomendasikan oleh Rachel adalah vitamin C. Vitamin ini merupakan antioksidan yang bagus untuk produksi sel-T (sel imun tubuh). Zat terkenal ini paling tinggi terkandung dalam jambu biji.

4. Vitamin D

Vitamin D merupakan ragam zat penting lain yang dapat memberikan tambahan lapisan perlindungan pada sel imun dalam tubuh, sehingga pertahanan terhadap patogen bisa lebih maksimal. Vitamin ini bisa didapatkan dari matahari maupun makanan seperti jamur kancing, ikan tuna dan ikan salmon.

5. Vitamin E

Banyak yang tidak tahu bahwa vitamin E memiliki fungsi signifikan untuk membentuk antibodi. Rachel menyebutkan bahwa vitamin ini mempengaruhi pembentukan “natural killer cell” yang nantinya bisa “membunuh” benda asing seperti virus. Makanan yang tinggi dengan vitamin ini adalah kacang almond dan alpukat.

6. Selenium

Selain dari ragam vitamin, Rachel juga menyarankan mengonsumsi mineral seperti selenium. Zat ini dapat membantu memastikan produksi jumlah sel imun tubuh mencukupi. Kita bisa mendapatkannya dari jamur, telur dan ikan-ikanan.

7. Iodium

Mineral lain yang juga memiliki pamor untuk menjaga imunitas tubuh adalah iodium. Zat ini membantu memberikan asupan energi yang lebih baik agar kinerja sel imun dapat maksimal. Makanan yang tinggi iodium antara lain rumput laut, telur dan ikan.

Asupan vitamin harian harus terpenuhi 

“Sebenarnya makanan yang sudah saya sampaikan tadi, bisa ditemukan di sekitar kita. Tetapi karena gaya hidup aktif modern yang serba instan, secara tidak langsung kita tidak bisa memenuhi secara maksimal kebutuhan vitamin dan mineral harian ini,” Jelas Rachel Olsen.

Rachel menganalogikan tubuh manusia dengan kendaraan. Kalau tidak diisi bensin dan oli secara berkala, maka kendaraan itu tidak bisa melakukan fungsinya dengan baik. Gadis lulusan Denmark ini, juga mengatakan pula bahwa masyarakat Indonesia cenderung mengalami defisiensi nutrisi dan biasanya baru mengonsumsi vitamin saat mereka sudah merasa tidak enak badan.

Padahal asupan vitamin harian haruslah terus menerus, untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah infeksi oleh virus. “Jalan keluar terbaik yang bisa dilakukan adalah mengkonsumsi tambahan multivitamin. Tetapi perlu diingat bahwa kita perlu teliti juga dalam memilih. Kita sebaiknya memilih yang kandungan AKG (angka kecukupan gizi) nya seimbang serta ragam vitamin dan mineralnya juga lengkap. Untuk itu, saya merekomendasikan multivitamin seperti YOUVIT,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call