Atasi Kekurangan Guru, 272 Guru ASN di Sekolah Swasta Ditarik Kembali

Sekolah Tatap Muka 2021 Ditunda, Guru ASN di Sekolah Swasta Segera Ditarik
Januari 6, 2021
SDN Winangun Butuh Guru Agama Islam
Januari 17, 2021

MANADO,LINGMANADO.COM – Sebanyak 272 tenaga Guru Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersebar di sekolah swasta di Kota Manado dalam waktu dekat ini akan segera ditarik kembali ke sekolah negeri.

Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Manado, Sone Engka mengatakan, sebanyak 272 tenaga guru yang tersebar di 78 sekolah swasta  di Kota Manado dalam waktu dekat ini akan ditarik.

Hal tersebut dikatakannya saat pertemuan perdana bersama dengan kepala-kepala sekolah se-kota Manado Kamis, 07 Januari di ruang “Bakumpul” Dikbud Manado tentang pembahasan SKB empat mentri serta surat edaran Walikota Manado.

Engka mengatakan,  program kegiatan belajar mengajar (KBM)   tatap muka pada semester genap 2021 belum  dapat dilaksnakan lantaran pandemi Covid-19 di Sulut masih tingi terlebih di Kota Manado masuk zona merah.

Sementara untuk penarikan tenaga guru ASN di sekolah swasta mengacu pada atuaran undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang ASN pasal 1 Ayat 1 yang berbunyi, ASN adalah profesi para pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.

Hal tersebut merupakan  salah satu upaya  untuk memenuhi  kekurangan guru yang dikeluhkan selama ini.

“Guru ASN yang diperbantukan di sekolah swasta sudah saatnya pulang ke asalnya. “Kalau menolak ada sangsi tegas yang diberlakukan sesuai PP 53 tahun 2010 tentang disiplin ASN,” ucapnya.

Diharapkan kepada tenaga Guru yang mengajar di sekolah swasta atau yayasan segera secepatnya mengurus kepindahanya karena mumpung masih ada waktu yang cukup.

“Jika pada September  2021 masih ada ASN yang belum kembali maka Dinas Pendidikan Kota Manado akan menarik secara paksa,”jelasnya.

Usai pertemuan awak media mengkonfirmasi dengan beberapa kepala sekolah maupun guru sekolah swasta  mengatakan, pihaknya memang hanya diperbantukan kepihak sekolah swasta. “Namun kalau memang kita harus kembali mengapa tidak. Jadi bagi kami tidak ada masalah namun ada beberapa hal yang harus dikaji kembali,” kata mereka. (jet)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call