Akibat Angin Puting Beliung, Atap SDN 103 Paniki Bawah Terangkat

Kamuh: KBM SDN 53 Lancar, Jaga Imun Kuatkan Iman
Januari 20, 2021
Nakes RSU MMC Divaksin Sinovac, Ciakaren Minta Warga Jangan Percaya Hoaks
Januari 24, 2021

MANADO,LINGMANADO.COM – Angin puting beliung yang bertiup kencang dan hujan deras yang terjadi akhir pekan lalu di Kota Manado dan sekitarnya membuat sejumlah bangunan rusak parah dan ringan. Tak terkecuali dengan gedung SDN 103 Paniki Bawah yang mengalami rusak ringan pada bagian atap.

Pantauan wartawan tim JPMC Kota Manado menunjukkan, kondisi bagian atap gedung dua lantai milik SDN 103 Paniki Bawah tersebut mengalami rusak ringan, yaitu akibat angin kencang ada bagian yang terangkat dan nyaris terlepas. Takutnya jika terjadi angin kencang lagi bisa terlepas dan menimpa orang lain yang ada di sekitar.

“Saya kuatir jika atapnya terlepas bisa mencelakai orang lain,” kata Kepala Sekolah SDN 103 Manado, Sjultje Raturandang, M.Pd Rabu kemarin di ruang kerjanya.

Sementara itu saat terjadi banjir, bagian halaman sekolah tergenang air karena saluran tersumbat dan air meluap di jalanan dan masuk ke kintal sekolah. “Syukur air tidak sampai masuk ke kelas karena pondasi memang agak tinggi,” kata Kepsek berprestasi yang pernah memimpin SDN Malalayang.

Sosok pemimpin yang tegas dan disiplin dalam menjalankan tugas ini lebih jauh memaparkan, di masa Pandemic Covid 19 ini, hampir semua murid yang berjumlah 200an lebih bersekolah jarak jauh atau daring, sementara sisanya belajar luring.

Dikatakannya, ada sekitar 10 – 15 persen siswa yang belajar luring. Namun untuk belakangan ini semua belajar daring karena orang tua tidak mengijinkan anaknya belajar di sekolah.

“Sekarang tidak ada murid yang datang ke sekolah karena tidak diijinkan lagi oleh orang tua lantaran tingginya angka terkonfirmasi Covid di Kota Manado yang membuat Ibu Kota Privinsi Sulut ini masuk zona merah  alias daerah beresiko tinggi penuybaran Covid 19,” katanya lagi.

Meski belajar jarak jauh, selama ini tidak ada masalah berarti karena setiap hari dikontrol oleh para guru lewat daring. Sementara orang tua murid juga diminta untuk ikut mengontrol anak-anaknya saat belajar dari rumah.

“Kami sangat berharap orang tua berperan aktif dalam mengawasi dan mendorong anak mereka belajar daring. Sebab orang tua yang sekarang ini paling bisa mengawasi langsung. Ya, sesibuk apapun orang tua, sisipkan waktu untuk membekali masa depan anak-anak melalui pendidikan,” tegas Raturandang lagi. (mel/jet))     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call